INCA Residence Seputar Residence Coat Closet Solusi Penyimpanan Elegan di Rumah

Coat Closet Solusi Penyimpanan Elegan di Rumah


Coat Closet

JAKARTA, incaresidence.co.id – Banyak rumah di Indonesia memiliki masalah yang sama. Jaket bertumpuk di sandaran kursi makan. Selain itu, tas bergantungan di pegangan tangga. Bahkan, payung bersandar sembarangan di sudut ruang tamu. Padahal, semua kekacauan ini bisa dihilangkan dengan satu elemen saja. Elemen itu bernama coat closet.

Secara sederhana, coat closet merupakan lemari khusus di dekat pintu masuk rumah. Lemari ini dirancang untuk menyimpan jaket, mantel, dan payung. Selain itu, tas dan topi juga bisa diletakkan di dalamnya. Dengan kata lain, semua barang bawaan dari luar rumah punya tempat tersendiri.

Konsep ini sudah lama diterapkan di Eropa dan Amerika. Namun, baru belakangan ini konsep tersebut populer di Indonesia. Oleh karena itu, banyak pemilik rumah yang mulai melirik coat closet. Terlebih lagi, tren hunian modern sangat mengedepankan kerapian. Akibatnya, permintaan terhadap coat closet terus meningkat setiap tahun.

Bahkan, beberapa pengembang properti besar sudah bertindak. Misalnya, klaster perumahan di Bintaro dan Serpong kini menawarkan coat closet. Dengan demikian, elemen ini menjadi daya tarik jual tersendiri.

Asal Usul Coat Closet dalam Desain Hunian

Coat Closet

Keberadaan coat closet punya sejarah panjang. Pertama-tama, konsep ini muncul di era Victoria sekitar abad ke-19. Pada masa itu, bangsawan Inggris mulai memisahkan area penyimpanan. Dengan kata lain, mantel dan topi tidak lagi diletakkan di ruang tamu.

Sebagai hasilnya, muncul ruangan kecil di samping pintu masuk. Ruangan itu dilengkapi gantungan kayu dan rak sepatu. Selain itu, cermin kecil juga dipasang di dalamnya. Tujuannya agar tamu bisa merapikan penampilan terlebih dahulu.

Kemudian, tradisi ini menyebar ke Amerika. Para pendatang dari Eropa membawa kebiasaan tersebut. Oleh karena itu, coat closet menjadi bagian penting di rumah bergaya Colonial. Begitu pula dengan rumah bergaya Victorian dan Craftsman.

Seiring berjalannya waktu, fungsi coat closet juga berkembang. Saat ini, ruang penyimpanan ini tidak hanya untuk mantel saja. Misalnya, tas kerja dan kunci kendaraan juga disimpan di dalamnya. Dengan demikian, coat closet tetap berguna di era modern.

Fungsi Coat Closet dalam Tata Ruang Modern

Kehadiran coat closet memberikan dampak besar bagi hunian. Pertama, elemen ini memengaruhi kerapian visual rumah. Kedua, kesan pertama tamu juga menjadi lebih baik. Ketiga, alur keluar masuk penghuni menjadi lebih teratur.

Berikut ini beberapa fungsi utama coat closet yang perlu diketahui:

  • Pertama, coat closet menciptakan zona penyangga antara area luar dan dalam rumah. Dengan begitu, debu dan kelembapan tidak langsung masuk.
  • Kedua, tampilan ruang tamu dan foyer tetap bersih. Sebab, semua barang tersembunyi di balik pintu lemari.
  • Ketiga, rutinitas harian menjadi lebih mudah. Alasannya, semua barang yang diperlukan ada di satu titik.
  • Keempat, jaket dan mantel terlindungi dari debu. Selain itu, sinar matahari langsung juga tidak merusak kain.
  • Kelima, area pintu masuk terlihat lebih rapi dan menarik. Akibatnya, tamu yang datang langsung mendapat kesan baik.
  • Terakhir, nilai rumah pun bisa meningkat. Sebab, hunian yang tertata rapi selalu lebih diminati.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak pemilik rumah meminta coat closet. Terlebih lagi, permintaan ini meningkat pesat dalam lima tahun terakhir.

Jenis Coat Closet Berdasarkan Desain yang Tersedia

Tidak semua coat closet memiliki bentuk yang sama. Sebaliknya, ada banyak pilihan desain yang bisa dipilih. Dengan demikian, setiap rumah bisa mendapatkan coat closet yang paling cocok.

Berikut ini jenis coat closet yang paling sering digunakan:

  • Pertama, ada reach-in coat closet. Tipe ini paling umum ditemukan. Bentuknya berupa lemari di dalam dinding. Kedalamannya sekitar 60 hingga 70 sentimeter. Selain itu, pintunya bisa berupa ayun atau geser.
  • Kedua, ada walk-in coat closet. Tipe ini cukup luas untuk dimasuki. Ukurannya minimal 1,2 kali 1,5 meter. Oleh karena itu, tipe ini cocok untuk keluarga besar.
  • Ketiga, ada built-in coat closet. Tipe ini menyatu dengan dinding atau area bawah tangga. Hasilnya, tampilan menjadi sangat rapi dan elegan.
  • Keempat, ada freestanding coat closet. Tipe ini berupa lemari yang bisa dipindahkan. Dengan demikian, penghuni apartemen bisa menggunakannya tanpa renovasi.
  • Kelima, ada mudroom coat closet. Tipe ini menggabungkan beberapa fungsi sekaligus. Misalnya, rak sepatu, bangku duduk, dan tempat cuci tangan menjadi satu ruangan.

Setiap jenis punya kelebihan tersendiri. Oleh karena itu, pemilihan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan luas ruangan.

Komponen Internal Coat Closet yang Wajib Ada

Bagian dalam coat closet sangat menentukan fungsinya. Dengan kata lain, penataan komponen harus direncanakan sejak awal. Jika tidak, coat closet bisa berubah menjadi gudang kecil yang berantakan.

Berikut komponen yang sebaiknya ada di dalam coat closet:

  • Pertama, pasang rod gantungan pada dua ketinggian. Rod atas setinggi 170 sentimeter untuk jaket panjang. Sementara itu, rod bawah setinggi 100 sentimeter untuk blazer pendek.
  • Kedua, sediakan rak bertingkat di bagian atas. Rak ini berguna untuk topi dan syal. Selain itu, barang yang jarang dipakai juga bisa ditaruh di sana.
  • Ketiga, tambahkan laci atau keranjang tarik di bawah. Fungsinya untuk menyimpan sarung tangan dan masker. Dengan begitu, barang kecil tidak mudah hilang.
  • Keempat, pasang rak sepatu miring di bagian dasar. Rak ini cukup untuk dua hingga empat pasang sepatu.
  • Kelima, tambahkan pengait di bagian dalam pintu. Pengait ini berguna untuk payung dan tas lipat.
  • Keenam, pasang cermin kecil di dalam pintu. Tujuannya agar penampilan bisa dicek sebelum keluar.
  • Terakhir, pasang lampu LED yang menyala saat pintu dibuka. Dengan demikian, mencari barang menjadi lebih mudah.

Perlu diingat, pengaturan ini bisa disesuaikan. Misalnya, rumah dengan anak kecil perlu pengait rendah. Tujuannya agar anak bisa menyimpan jaket sendiri.

Pemilihan Bahan dan Tampilan yang Tepat

Bahan coat closet harus memenuhi dua syarat utama. Pertama, tahan terhadap kelembapan. Kedua, selaras dengan tema rumah. Sebab, area dekat pintu masuk lebih lembap dari bagian dalam rumah.

Untuk bagian rak dan badan lemari, multiplek berlapis HPL sangat disarankan. Bahan ini kuat dan tahan lembap. Selain itu, pilihan motifnya sangat beragam. Misalnya, motif kayu oak, walnut, atau maple bisa dipilih.

Sementara itu, untuk pintu coat closet, ada beberapa pilihan:

  • Pertama, pintu kayu solid cocok untuk rumah bergaya klasik. Hasilnya, kesan mewah langsung terasa.
  • Kedua, pintu MDF berlapis duco cocok untuk gaya modern. Sebab, permukaannya halus dan bersih.
  • Ketiga, pintu kaca buram memberikan kesan ringan. Oleh karena itu, cocok untuk area masuk yang sempit.
  • Keempat, pintu cermin punya dua fungsi sekaligus. Selain menutup lemari, ruangan juga terlihat lebih luas.
  • Kelima, pintu geser sangat menghemat ruang. Dengan demikian, tidak perlu ruang ayun tambahan.

Untuk rod gantungan, gunakan bahan tahan karat. Misalnya, pipa dari bahan tahan karat atau aluminium. Sebab, bahan besi biasa mudah berkarat di area lembap.

Ukuran Coat Closet yang Cocok untuk Berbagai Rumah

Menentukan ukuran coat closet perlu perhitungan matang. Jika terlalu kecil, fungsinya tidak maksimal. Sebaliknya, jika terlalu besar, ruang lain menjadi terbuang.

Berikut panduan ukuran berdasarkan tipe hunian:

  • Untuk apartemen kecil, lebar minimal 80 sentimeter sudah cukup. Kedalamannya sekitar 55 sentimeter. Dengan begitu, satu rod gantungan bisa dipasang.
  • Untuk rumah tipe 36 hingga 54, lebar 100 hingga 120 sentimeter lebih ideal. Selain rod gantungan, rak atas dan rak sepatu juga muat.
  • Untuk rumah tipe 70 hingga 100, lebar 150 hingga 180 sentimeter disarankan. Dengan demikian, laci dan cermin bisa ditambahkan.
  • Untuk rumah tipe 120 ke atas, walk-in coat closet bisa dibangun. Luasnya minimal 2 meter persegi. Hasilnya, seluruh anggota keluarga bisa terlayani.

Sementara itu, kedalaman 60 sentimeter menjadi angka paling ideal. Sebab, jaket bisa digantung tanpa terjepit pintu. Selain itu, barang di belakang tetap mudah dijangkau.

Cara Menyatukan Coat Closet dengan Desain Foyer

Coat closet yang baik harus menyatu dengan desain ruangan. Dengan kata lain, lemari ini tidak boleh terlihat seperti benda asing. Sebaliknya, coat closet harus terasa seperti bagian dari dinding itu sendiri.

Salah satu cara terbaik adalah menggunakan pintu tersembunyi. Pintu jenis ini menggunakan tombol tekan untuk membukanya. Akibatnya, tidak ada gagang yang terlihat dari luar. Ketika tertutup, coat closet terlihat seperti dinding biasa. Namun ketika dibuka, isinya tertata rapi dan siap digunakan.

Selain itu, ada cara lain yang juga menarik. Misalnya, memadukan coat closet dengan rak pajangan. Bisa juga digabungkan dengan cermin besar di area foyer. Bahkan, meja konsol bisa ditambahkan di sampingnya. Dengan demikian, satu dinding bisa punya banyak fungsi sekaligus.

Beberapa penata ruang juga menambahkan panel kayu di sekitar coatcloset. Tujuannya untuk memperkuat kesan desain. Selain itu, wallpaper bermotif juga bisa digunakan sebagai latar belakang.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat CoatCloset

Meskipun terlihat sederhana, banyak orang melakukan kesalahan saat membuat coat closet. Oleh karena itu, mengenali kesalahan ini sejak awal sangat penting. Dengan begitu, waktu dan biaya tidak terbuang percuma.

Berikut beberapa kesalahan yang paling sering ditemui:

  • Pertama, meletakkan coatcloset terlalu jauh dari pintu masuk. Akibatnya, penghuni malas menggunakannya. Pada akhirnya, jaket tetap digantung di kursi.
  • Kedua, tidak menyediakan lubang udara yang cukup. Sebab, udara lembap bisa terperangkap di dalam. Hasilnya, pakaian menjadi berbau tidak sedap.
  • Ketiga, menggunakan rod gantungan yang terlalu tipis. Akibatnya, rod melengkung saat dibebani banyak jaket.
  • Keempat, tidak memasang lampu di dalam lemari. Padahal, pencahayaan sangat penting terutama di malam hari.
  • Kelima, membuat desain dalam yang terlalu kaku. Dengan demikian, rak tidak bisa diubah ketinggiannya di kemudian hari.
  • Terakhir, mengabaikan tempat sepatu di bagian bawah. Padahal, sepatu juga perlu tempat penyimpanan yang rapi.

Dengan menghindari kesalahan di atas, coatcloset bisa berfungsi maksimal. Selain itu, penghuni juga akan lebih rajin menggunakannya setiap hari.

Tren Terbaru CoatCloset yang Sedang Naik Daun

Dunia desain terus berkembang dari waktu ke waktu. Begitu pula dengan konsep coat closet. Saat ini, ada beberapa tren baru yang layak diketahui.

Pertama, banyak orang mulai memasang alat pintar di dalam coat closet. Misalnya, lampu LED yang menyala lewat sensor gerak. Selain itu, ada juga alat pengering udara mini yang menjaga kelembapan tetap rendah. Bahkan, pengharum ruangan yang bekerja sendiri juga bisa dipasang. Dengan demikian, pakaian di dalam lemari selalu segar dan bersih.

Kedua, bahan ramah lingkungan semakin banyak digunakan. Contohnya, bambu olahan menjadi pilihan populer. Selain itu, kayu daur ulang juga banyak diminati. Oleh karena itu, tren ini sejalan dengan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Ketiga, desain tanpa gagang semakin digemari. Pintu coat closet kini banyak menggunakan tombol tekan. Hasilnya, tampilan menjadi sangat bersih dan modern. Dengan begitu, area pintu masuk terlihat lebih luas dan elegan.

Kesimpulan

Coat closet memang terlihat seperti elemen kecil di dalam rumah. Namun, dampaknya terhadap kerapian sangat besar. Selain itu, kenyamanan penghuni juga meningkat. Bahkan, kesan pertama tamu menjadi lebih baik. Oleh karena itu, coatcloset bukan lagi sekadar pelengkap. Sebaliknya, elemen ini sudah menjadi kebutuhan penting di hunian modern. Dengan perencanaan yang matang dan bahan yang tepat, coatcloset bisa berfungsi sempurna. Selain itu, tampilan rumah pun menjadi lebih menarik. Jadi, bagi siapa pun yang ingin rumah lebih rapi dan teratur, coatcloset layak menjadi pilihan utama.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Seputar Residence

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Shoe Room Ruang Khusus Koleksi Sepatu di Hunian Modern

Author