JAKARTA, incaresidence.co.id – Brownstone house adalah jenis rumah deret yang menjadi lambang kota New York. Rumah ini dilapisi batu pasir berwarna cokelat kemerahan yang sangat khas. Moreover, nama brownstone sendiri berasal dari bahan batu pasir cokelat (brown stone) yang melapisi bagian depan rumah.
Furthermore, brownstone house bukan sekadar tempat tinggal biasa. Rumah ini mewakili gaya hidup perkotaan yang mewah dan penuh sejarah. Also, banyak film dan serial televisi terkenal menampilkan brownstone house sebagai latar cerita. Gossip Girl dan Sex and the City adalah contoh yang paling dikenal.
In addition, brownstone house pertama kali dibangun pada awal abad ke-19 di kota-kota besar Amerika Serikat. Masa keemasan brownstone house berlangsung dari pertengahan tahun 1800-an sampai awal 1900-an. Moreover, saat itu rumah jenis ini menjadi tanda kemakmuran dan kedudukan sosial yang tinggi. Therefore, brownstone house sampai hari ini tetap menjadi salah satu hunian paling dicari di Amerika.
Sejarah Panjang Brownstone House di Amerika Serikat
First, sejarah brownstone house dimulai dari bahan batunya sendiri. Batu pasir cokelat ini berasal dari masa Triasik-Jurasik jutaan tahun lalu. Moreover, batu ini mengandung oksida besi yang memberinya warna cokelat kemerahan yang khas.
Furthermore, pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, rumah deret di New York dibangun bergaya Federal dan Greek Revival. Rumah-rumah itu memakai bata merah untuk dindingnya. However, batu pasir cokelat sudah dipakai untuk tangga depan dan kusen jendela. Saat itu, batu pasir cokelat masih dianggap lebih murah dari marmer atau batu kapur putih.
In addition, perubahan besar terjadi pada pertengahan tahun 1840-an. Gerakan Romantisme membawa selera baru terhadap bahan bangunan berwarna gelap. Moreover, batu pasir cokelat sempurna untuk selera ini. Warnanya cocok dengan warna cokelat, abu-abu, dan hijau dari lukisan pemandangan aliran Hudson River School.
Also, batu pasir cokelat bisa dipasang dalam lembaran panjang dengan sambungan yang hampir tidak terlihat. Hal ini memberi kesan megah pada deretan rumah di jalan-jalan New York. Furthermore, sebagian besar batu pasir cokelat berasal dari tambang Portland di Connecticut. Batu dipotong di Connecticut lalu diangkut lewat kapal tongkang ke New York.
However, brownstone house juga punya penentang. Penulis terkenal Edith Wharton menyebut batu pasir cokelat sebagai bahan paling tidak menarik yang pernah ditambang. As a result, meski kontroversial, brownstone house tetap menjadi pilihan utama selama setengah abad lebih.
Ciri Khas yang Membuat Brownstone House Mudah Dikenali
First, brownstone house punya banyak ciri khas yang membuatnya berbeda dari rumah lain. Moreover, setiap ciri ini memberikan karakter unik yang sulit ditiru oleh bangunan masa kini.
Furthermore, berikut ciri khas utama dari brownstone house:
- Lapisan batu pasir cokelat kemerahan di bagian depan. Ini adalah ciri paling utama. Warna batu berubah dari merah muda saat baru dipotong menjadi cokelat hangat setelah terpapar udara
- Tangga depan yang tinggi dan megah disebut stoop. Kata stoop berasal dari bahasa Belanda stoep yang berarti tangga. Tangga ini membawa penghuni naik ke pintu masuk di lantai dua
- Tinggi bangunan tiga sampai lima lantai. Brownstone house berdiri tegak di atas lahan yang sempit tapi tinggi
- Deretan rumah yang berjajar rapat satu sama lain. Dinding samping kiri dan kanan menempel langsung dengan rumah tetangga
- Hiasan ukir yang indah di sekitar pintu masuk. Motif daun, bunga, dan sulur tanaman sering menghiasi kusen pintu dan jendela
- Jendela tinggi bergaya sash yang bisa digeser ke atas dan ke bawah
- Pagar besi tempa yang menghiasi tangga depan dan balkon
- Halaman belakang pribadi yang menjadi ruang terbuka di tengah kota padat
- Ruang bawah tanah (basement) yang bisa dijadikan tempat tinggal tambahan
Therefore, gabungan semua ciri ini membuat brownstone house langsung bisa dikenali di antara bangunan kota lainnya.
Bahan Bangunan dan Cara Membangun Brownstone House
First, ada kesalahan umum yang perlu diluruskan tentang brownstone house. Moreover, banyak orang mengira seluruh bangunan terbuat dari batu pasir cokelat. Kenyataannya, hanya bagian depan saja yang dilapisi batu pasir cokelat.
Furthermore, berikut fakta tentang bahan bangunan brownstone house:
- Bagian dalam dibangun dari bata biasa yang kuat dan tahan lama
- Bagian depan dilapisi batu pasir cokelat sebagai hiasan dan penanda kemewahan
- Kerangka dalam memakai kayu dengan cara yang disebut balloon framing. Tiang kayu berdiri dari dasar sampai atap tanpa pembatas antar lantai
- Pipa air awalnya memakai bahan galvanis yang kini sudah usang dan perlu diganti
- Kabel listrik lama memakai cara pasang terbuka (knob-and-tube) yang tidak aman untuk masa kini
In addition, batu pasir cokelat ditambang dari beberapa tempat berbeda:
- Tambang Portland di Connecticut: Sumber utama batu pasir cokelat untuk New York. Tambang ini beroperasi selama 300 tahun sebelum tutup pada tahun 2012
- Tambang di New Jersey dekat Sungai Passaic: Memasok sebagian besar batu untuk New York dan New Jersey
- Tambang Hummelstown di Pennsylvania: Tambang terbesar di pantai timur Amerika
- Tambang di Pulau Basswood, Wisconsin: Beroperasi dari tahun 1868 sampai tahun 1890-an
Also, batu pasir cokelat disebut freestone karena bisa dipotong bebas ke segala arah. Sifat ini membuatnya mudah diukir untuk hiasan bangunan. However, sifat yang sama juga membuatnya mudah lapuk dan rusak oleh cuaca. Therefore, perawatan rutin menjadi keharusan bagi pemilik brownstone house.
Lokasi Terkenal Tempat Brownstone House Berdiri
First, brownstone house paling banyak ditemukan di kota New York dan sekitarnya. Moreover, beberapa kawasan terkenal di dunia justru dikenal karena deretan brownstone house yang indah.
Furthermore, berikut kawasan terkenal dengan brownstone house:
- Park Slope, Brooklyn: Salah satu kawasan dengan brownstone house terbaik dan paling terawat di seluruh New York
- Brooklyn Heights: Kawasan bersejarah yang dulunya menjadi pusat gerakan budaya dan sastra pada tahun 1960-an
- Fort Greene, Brooklyn: Kawasan dengan deretan brownstone house yang megah dan penuh karakter
- Carroll Gardens, Brooklyn: Terkenal dengan tangga depan (stoop) yang panjang dan halaman belakang yang rindang
- Bedford-Stuyvesant, Brooklyn: Kawasan dengan jumlah brownstone house terbanyak di kota New York
- Upper West Side, Manhattan: Kawasan mewah dengan brownstone house bergaya beragam dari Italianate sampai Queen Anne
- Harlem, Manhattan: Kawasan bersejarah dengan brownstone house yang kini mengalami kebangkitan
- Hoboken dan Jersey City, New Jersey: Tepat di seberang Sungai Hudson dari Manhattan
Also, di luar New York, brownstone house juga ditemukan di kota-kota lain. Philadelphia punya kawasan brownstone house di sekitar Rittenhouse Square. Moreover, Boston dan Baltimore juga menyimpan contoh brownstone house yang indah. Therefore, meski paling dikenal di New York, brownstone house adalah warisan seluruh pantai timur Amerika.
Gaya Bangunan yang Menghiasi Brownstone House
First, brownstone house bukan satu gaya bangunan tunggal. Moreover, rumah-rumah ini dibangun dalam berbagai gaya yang berubah seiring waktu. Setiap masa punya ciri dan keindahan tersendiri.
Furthermore, berikut gaya-gaya bangunan yang sering ditemukan pada brownstonehouse:
- Gaya Italianate (1840-an sampai 1880-an): Gaya paling umum pada brownstonehouse. Cirinya meliputi atap datar atau landai, hiasan kusen jendela yang tebal, dan puncak atap dengan hiasan kayu besar
- Gaya Romanesque Revival: Memakai lengkungan setengah lingkaran di atas pintu dan jendela. Batu disusun dengan tekstur kasar yang memberi kesan kokoh dan kuat
- Gaya Neo-Grec (1870-an sampai 1890-an): Hiasan bermotif geometris yang tajam dan tegas. Gaya ini berkembang setelah Italianate mulai berkurang
- Gaya Queen Anne: Lebih rumit dan berwarna dengan menara kecil dan campuran bahan yang beragam
- Gaya Renaissance Revival: Lebih formal dengan kolom, pedimen, dan hiasan bergaya Eropa klasik
- Gaya Beaux-Arts: Muncul pada akhir masa brownstone house. Sangat megah dengan hiasan pahatan yang sangat rinci
In addition, gaya bangunan brownstone house juga mencerminkan kedudukan sosial pemiliknya. Rumah dengan hiasan paling rumit biasanya milik keluarga paling kaya. Moreover, rumah yang lebih sederhana tetap memakai batu pasir cokelat tapi dengan hiasan yang lebih sedikit. Therefore, brownstone house menjadi cermin dari tingkat kemakmuran masyarakat perkotaan pada masanya.
Biaya Membeli dan Memperbarui BrownstoneHouse Saat Ini
First, brownstone house saat ini termasuk hunian paling mahal di kota New York. Moreover, kelangkaan bahan dan tingginya permintaan membuat harganya terus naik dari tahun ke tahun.
Furthermore, berikut gambaran biaya terkait brownstone house:
- Harga beli brownstone house di Brooklyn berkisar dari beberapa juta dolar. Rumah yang sudah diperbarui dengan baik bisa dijual seharga 950 sampai 1.150 dolar per kaki persegi
- Rumah yang butuh pembaruan besar biasanya dijual lebih murah. Pembeli harus mengurangi biaya pembaruan dari perkiraan nilai akhir rumah
- Biaya pembaruan menyeluruh berkisar antara 200 sampai 500 dolar per kaki persegi. Untuk rumah seluas 3.000 kaki persegi, biayanya bisa mencapai 600.000 sampai 1,5 juta dolar
- Pembaruan mewah bisa mencapai 700 sampai 1.000 dolar per kaki persegi. Ini untuk bahan terbaik dan pengerjaan paling teliti
- Perbaikan bagian depan batu pasir cokelat saja bisa menghabiskan 20.000 sampai 100.000 dolar
- Penggantian pipa dan kabel listrik membutuhkan 25.000 sampai 60.000 dolar
- Biaya izin membangun di Manhattan bisa mencapai 10.000 sampai 50.000 dolar
In addition, ada beberapa kecenderungan pembaruan yang sedang digemari pada tahun 2025:
- Bahan ramah lingkungan seperti kayu daur ulang dan cat rendah racun
- Sentuhan mewah seperti marmer untuk dapur dan kamar mandi
- Tata ruang terbuka yang memaksimalkan cahaya alami
- Perangkat pintar seperti lampu dan pengatur suhu otomatis
- Unsur alam seperti tanaman dalam ruangan dan jendela besar
Therefore, memiliki brownstone house adalah sebuah tanggung jawab besar. However, bagi banyak orang, keindahan dan nilai sejarahnya jauh melebihi biaya yang dikeluarkan.
Tantangan dan Keuntungan Tinggal di BrownstoneHouse
First, tinggal di brownstone house menawarkan pengalaman yang unik. Moreover, ada banyak keuntungan sekaligus tantangan yang perlu diketahui sebelum memutuskan untuk membelinya.
Furthermore, berikut keuntungan tinggal di brownstone house:
- Keindahan bangunan bersejarah yang tidak bisa ditiru oleh rumah baru
- Lokasi strategis di tengah kota dekat dengan berbagai sarana umum
- Ruang yang luas dengan langit-langit tinggi dan jendela besar
- Potensi pendapatan tambahan dari unit sewaan di lantai atas atau bawah tanah
- Nilai jual yang cenderung naik dari waktu ke waktu karena kelangkaan
- Rasa kebanggaan memiliki dan merawat warisan sejarah kota
Also, berikut tantangan yang harus dihadapi:
- Biaya perawatan yang tinggi karena usia bangunan yang sudah tua
- Batu pasir cokelat yang mudah lapuk dan perlu diperbaiki secara berkala
- Sistem pipa dan listrik lama yang sering perlu diganti seluruhnya
- Aturan kawasan bersejarah yang membatasi jenis pembaruan yang boleh dilakukan
- Ruang parkir yang terbatas atau tidak tersedia sama sekali
- Masalah kelembaban dan jamur pada bangunan tua yang kurang terawat
In addition, banyak organisasi yang bergerak dalam pelestarian brownstonehouse. The Brownstone Project di Brooklyn adalah salah satunya. Moreover, mereka menganggap memiliki brownstonehouse sebagai tanggung jawab nyata untuk menjaga warisan kota. Therefore, tinggal di brownstonehouse bukan sekadar menempati rumah tapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan sejarah.
Kesimpulan
In conclusion, brownstone house adalah jenis rumah deret yang menjadi lambang kehidupan perkotaan di Amerika Serikat. Rumah ini dilapisi batu pasir cokelat kemerahan dengan tangga depan megah yang menjadi ciri khasnya. Moreover, sejarah brownstonehouse membentang dari awal abad ke-19 sampai sekarang.
Furthermore, meski biaya membeli dan merawatnya sangat tinggi, daya tarik brownstonehouse tidak pernah pudar. Keindahan bangunannya, nilai sejarahnya, dan lokasinya yang strategis membuatnya tetap dicari. Finally, brownstonehouse bukan sekadar tempat tinggal tapi juga warisan budaya yang mewakili semangat dan karakter kota-kota besar di pantai timur Amerika.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Seputar Residence
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Shotgun House Rumah Panjang Sempit Khas New Orleans




