INCA Residence Seputar Residence Broken-Plan Living Konsep Tata Ruang Hunian Modern

Broken-Plan Living Konsep Tata Ruang Hunian Modern


Broken-Plan Living

JAKARTA, incaresidence.co.id – Broken-Plan Living menjadi konsep tata ruang hunian yang semakin populer di seluruh dunia. Selama bertahun tahun, open plan atau ruang terbuka tanpa sekat menjadi pilihan utama banyak pemilik rumah. Ruang tanpa sekat memang tampak luas dan mewah. However, seiring berubahnya gaya hidup, banyak penghuni mulai merasakan kekurangan tata ruang terbuka. Bising dari dapur terdengar ke ruang santai. Panggilan kerja terganggu oleh kegiatan anak anak. Moreover, tidak ada sudut yang benar benar tenang untuk menyendiri.

Dari kebutuhan itulah broken-plan living lahir sebagai jawaban. Konsep ini menggabungkan kelapangan ruang terbuka dengan zona zona terpisah yang dibentuk lewat sekat ringan. Additionally, hasilnya adalah hunian yang tetap terasa luas namun punya sudut sudut pribadi untuk tiap kegiatan. Therefore, artikel ini akan membahas tuntas apa itu broken-plan living, mengapa konsep ini semakin diminati, dan bagaimana cara menerapkannya di rumah.

Memahami Broken-Plan Living dan Bedanya dengan Open Plan

Broken-Plan Living

Broken-plan living adalah konsep tata ruang modern yang membuat zona zona berbeda di dalam ruang terbuka. Moreover, zona ini dibentuk tanpa membangun dinding penuh. Penghuni tetap merasakan ruang yang luas dan mengalir. Namun, setiap sudut punya fungsi dan batas yang jelas.

Cara membentuk zona dalam broken-plan living sangat beragam. Beberapa yang paling umum dipakai:

  • Rak buku atau lemari tinggi yang berfungsi ganda sebagai pembatas dan tempat simpan
  • Pintu kaca bergaya Crittall yang meloloskan cahaya tapi meredam suara
  • Perbedaan tinggi lantai seperti area duduk yang lebih rendah atau panggung kecil
  • Dinding setengah badan atau pony wall yang memberi batas tanpa menutup pandangan
  • Layar pembatas atau tirai yang bisa digeser sesuai kebutuhan
  • Perbedaan bahan lantai seperti kayu di ruang santai dan keramik di dapur

However, perbedaan utama dengan open plan sangat jelas. Open plan menghapus semua sekat dan menjadikan ruang besar tanpa batas. Furthermore, broken-plan living justru menambahkan batas batas halus di dalam ruang terbuka itu. Additionally, batas ini tidak menghilangkan kelapangan. Sebaliknya, batas ini memberi setiap sudut tujuan dan karakter sendiri.

Mengapa Broken-Plan Living Semakin Diminati

Ada beberapa alasan kuat mengapa konsep tata ruang ini semakin banyak diterapkan di hunian modern. Moreover, tren broken-plan living tumbuh pesat sejak masa kerja dari rumah menjadi hal biasa.

First, kebutuhan akan ruang kerja yang tenang. Bekerja dari rumah butuh sudut yang bebas gangguan. Dalam ruang terbuka penuh, hal ini sangat sulit didapat. Furthermore, broken-plan living memberi solusi lewat zona kerja yang terpisah secara visual dan akustik. Penghuni bisa rapat lewat video tanpa terganggu suara dapur atau televisi.

Second, privasi yang lebih baik. Dalam rumah open plan, semua kegiatan terlihat dan terdengar. Moreover, hal ini bisa terasa melelahkan bagi penghuni yang butuh waktu sendiri. Broken-plan living menyediakan sudut sudut tenang untuk membaca, beristirahat, atau sekadar menikmati waktu pribadi tanpa harus masuk kamar tidur.

Third, pengaturan suara yang lebih baik. Suara memasak, televisi, dan percakapan sering kali bertabrakan dalam ruang terbuka penuh. Furthermore, zona zona dalam broken-plan living membantu meredam perambatan suara. Pintu kaca, rak buku, dan dinding setengah badan bekerja sebagai penyekat alami.

Beberapa alasan lain yang mendorong tren ini:

  • Ruang terbuka penuh bisa terasa hampa dan tidak punya karakter
  • Perabot sering terlihat hilang dalam ruang yang terlalu luas
  • Broken-plan living memungkinkan setiap zona punya suasana berbeda
  • Pemanasan ruangan lebih hemat karena zona bisa ditutup saat tidak dipakai

Cara Menerapkan Broken-Plan Living di Rumah

Kabar baiknya, menerapkan konsep ini tidak selalu butuh renovasi besar. Moreover, banyak cara broken-plan living yang bisa dilakukan tanpa mengubah struktur bangunan. Berikut beberapa pendekatan yang bisa dicoba dari yang paling mudah hingga yang butuh pekerjaan lebih besar.

Pakai perabot sebagai pembatas. Ini cara paling mudah dan murah. Letakkan sofa membelakangi area makan. Additionally, rak buku tinggi bisa memisahkan ruang kerja dari ruang santai. Meja konsol panjang juga bisa menjadi batas halus antar zona. Cara ini cocok untuk yang ingin mencoba broken-plan living tanpa biaya besar.

Pasang pintu kaca atau partisi kaca. Pintu kaca bergaya Crittall dengan bingkai besi hitam menjadi pilihan yang sangat populer. Moreover, pintu ini bisa digeser sehingga ruang bisa terbuka penuh saat dibutuhkan. Cahaya tetap mengalir bebas antar zona. Suara pun jauh lebih teredam dibanding tanpa sekat sama sekali.

Buat perbedaan tinggi lantai. Jika memungkinkan, membuat area duduk yang sedikit lebih rendah atau platform kecil bisa memberi batas yang kuat tanpa dinding. Furthermore, konsep sunken living room atau ruang duduk tenggelam menjadi salah satu ciri khas broken-plan living yang paling menarik secara tampilan.

Manfaatkan perbedaan bahan dan warna. Mengganti bahan lantai dari kayu ke keramik saat berpindah dari ruang santai ke dapur sudah cukup memberi batas visual. Additionally, warna dinding yang berbeda antar zona juga bisa membentuk karakter ruang tanpa sekat fisik apa pun.

Bangun dinding setengah badan. Dinding rendah setinggi 90 hingga 120 sentimeter memberi batas yang tegas tanpa menutup pandangan atau cahaya. Moreover, bagian atas dinding ini bisa dimanfaatkan sebagai rak pajang atau meja tambahan.

Ruangan yang Paling Cocok untuk Konsep Tata Ruang Ini

Tidak semua ruangan butuh pendekatan broken-plan living. However, ada beberapa area di hunian yang paling banyak mendapat manfaat dari konsep ini.

Dapur yang menyatu dengan ruang makan dan santai. Ini area yang paling sering menerapkan broken-plan living. Moreover, memisahkan zona masak dari zona makan dan santai sangat masuk akal. Bau masakan tidak langsung menyebar ke sofa. Suara memasak tidak mengganggu yang sedang menonton televisi. Additionally, pulau dapur atau meja bar bisa menjadi pembatas alami yang juga berfungsi sebagai meja makan santai.

Ruang kerja di dalam area keluarga. Banyak rumah modern butuh sudut kerja tanpa harus menyediakan ruang khusus yang tertutup rapat. Furthermore, partisi kaca atau rak buku bisa menciptakan zona kerja yang tenang. Penghuni tetap terhubung dengan keluarga namun punya batas yang cukup untuk berkonsentrasi.

Ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang bermain anak. Karpet lembut di satu sudut dengan rak mainan sebagai pembatas sudah cukup membentuk zona bermain. Moreover, konsep broken-plan living membuat orang tua tetap bisa mengawasi anak sambil bersantai di zona yang berbeda.

Kelebihan dan Kekurangan yang Perlu Diketahui

Seperti konsep tata ruang lainnya, broken-plan living punya sisi baik dan sisi yang perlu dipikirkan matang. Moreover, mengetahui keduanya membantu penghuni membuat pilihan yang tepat untuk huniannya.

Kelebihan utama broken-plan living:

  • Privasi lebih baik dari open plan tanpa terasa tertutup seperti ruang terpisah
  • Setiap zona bisa punya suasana, warna, dan karakter berbeda
  • Pengaturan suara jauh lebih baik dari ruang terbuka penuh
  • Perabot terlihat lebih rapi karena punya zona yang jelas
  • Cocok untuk keluarga besar dan penghuni yang bekerja dari rumah
  • Banyak cara penerapan yang tidak butuh renovasi besar

Hal yang perlu jadi bahan pikir:

  • Pembatas yang terlalu banyak bisa membuat ruang terasa sempit kembali
  • Perlu perencanaan cermat agar aliran cahaya alami tidak terganggu
  • Biaya bisa bertambah jika memilih partisi kaca atau perubahan tinggi lantai
  • Konsep ini kurang cocok untuk ruang yang sudah sangat kecil sejak awal

Kesimpulan

Broken-plan living telah membuktikan diri sebagai konsep tata ruang yang lebih cocok untuk gaya hidup masa kini. Sistem ini memadukan kelapangan open plan dengan zona zona pribadi yang nyaman dan fungsional. Moreover, dengan cara sederhana seperti meletakkan rak buku sebagai pembatas atau memasang pintu kaca geser, siapa pun bisa mulai menerapkan konsep ini di rumah tanpa renovasi besar.

Furthermore, tren bekerja dari rumah dan kebutuhan akan ruang yang lebih fleksibel membuat broken-plan living semakin relevan. Therefore, bagi pemilik rumah yang merasa huniannya terlalu terbuka dan kurang nyaman, konsep ini layak dicoba sebagai langkah awal menuju tata ruang yang lebih teratur. Finally, rumah yang baik bukan soal seberapa luas ruangnya, melainkan seberapa baik setiap sudutnya mendukung kegiatan dan kenyamanan penghuninya.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Seputar Residence

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Starter Home Rumah Pertama untuk Pemula dan Tipsnya

Author