JAKARTA, incaresidence.co.id – Courtyard residence merupakan konsep hunian yang semakin populer di kalangan masyarakat urban yang mendambakan keseimbangan antara privasi dan keterbukaan ruang. Pada dasarnya, tipe hunian dengan halaman dalam ini menawarkan pengalaman tinggal yang berbeda dari rumah konvensional pada umumnya. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang konsep ini sangat penting bagi calon pembeli properti, arsitek, dan pengembang untuk menciptakan hunian yang nyaman dan bernilai tinggi.
Saat ini, perkembangan industri properti menunjukkan tren peningkatan permintaan terhadap hunian yang mengintegrasikan ruang terbuka di dalam area privat. Dengan demikian, courtyard residence menjadi solusi ideal yang memadukan kebutuhan akan ruang hijau, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara yang baik. Selanjutnya, artikel ini akan mengulas secara komprehensif tentang definisi, sejarah, karakteristik, keunggulan, dan tips memilih hunian dengan konsep halaman dalam yang tepat.
Courtyard Residence dalam Perspektif Definisi dan Konsep Arsitektur
Courtyard residence adalah tipe hunian yang memiliki ruang terbuka atau halaman di bagian tengah atau dalam bangunan yang dikelilingi oleh struktur rumah. Secara konseptual, desain ini menciptakan area outdoor privat yang terlindung dari pandangan luar namun tetap terhubung dengan alam. Selain itu, hunian halaman dalam ini menghadirkan pengalaman ruang yang unik dimana penghuni dapat menikmati udara segar tanpa meninggalkan privasi rumah mereka.
Pada hakikatnya, konsep ini berakar dari arsitektur tradisional berbagai peradaban kuno yang membutuhkan keamanan sekaligus kenyamanan. Berbeda dengan rumah konvensional yang memiliki halaman di depan atau belakang, hunian ini menempatkan area terbuka di jantung bangunan. Akibatnya, dengan menerapkan desain courtyard residence, penghuni mendapatkan focal point yang menjadi pusat aktivitas keluarga dan sirkulasi udara alami yang optimal.
Karakteristik Utama Hunian Halaman Dalam:
- Pertama, memiliki ruang terbuka di tengah atau dalam area bangunan yang dikelilingi struktur rumah
- Kedua, menyediakan akses visual dan fisik langsung dari berbagai ruangan ke halaman dalam
- Ketiga, desain mengoptimalkan pencahayaan alami melalui bukaan yang menghadap ke inner court
- Keempat, hunian ini menciptakan sirkulasi udara silang yang efektif untuk kenyamanan termal
- Kelima, area halaman dapat difungsikan sebagai taman, kolam, atau ruang multifungsi keluarga
- Keenam, konsep ini memberikan privasi maksimal karena halaman terlindung dari pandangan tetangga
- Terakhir, desain meningkatkan nilai estetika dan properti secara keseluruhan
Dengan demikian, pemahaman yang baik tentang courtyard residence membantu calon pembeli memilih hunian yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup mereka.
Courtyard Residence dan Sejarah Perkembangannya di Dunia
Courtyard residence memiliki sejarah panjang yang dapat ditelusuri hingga ribuan tahun ke belakang di berbagai peradaban dunia. Pertama-tama, arsitektur Mesopotamia kuno sudah mengenal konsep hunian dengan halaman dalam sejak 3000 SM untuk menghadapi iklim gurun yang ekstrem. Menurut catatan arkeologi, rumah-rumah di kota Ur memiliki inner court sebagai pusat aktivitas domestik dan sumber pencahayaan utama.
Di samping itu, peradaban Romawi mengembangkan konsep atrium dan peristyle yang merupakan variasi dari hunian halaman dalam. Sebagai contoh, rumah-rumah di Pompeii menampilkan courtyard yang dikelilingi kolom dan difungsikan sebagai ruang penerima tamu. Oleh sebab itu, konsep ini bukan tren baru tetapi merupakan wisdom arsitektural yang telah teruji oleh waktu dan berbagai kondisi iklim.
Perkembangan Historis Hunian Halaman Dalam:
| Era | Peradaban | Karakteristik Courtyard |
|---|---|---|
| 3000 SM | Mesopotamia | Pusat rumah, adaptasi iklim gurun |
| 2000 SM | Mesir Kuno | Taman dan kolam untuk kesejukan |
| 500 SM | Yunani Kuno | Peristyle dengan kolom mengelilingi |
| 100 SM | Romawi | Atrium dan impluvium penampung air |
| 700 M | Arab-Islam | Riad dengan air mancur sentral |
| 1200 M | Spanyol | Patio Andalusia dengan keramik |
| Modern | Global | Adaptasi kontemporer berbagai gaya |
Berdasarkan sejarah tersebut, courtyard residence terus berevolusi dan tetap relevan dalam arsitektur kontemporer saat ini di berbagai belahan dunia.
Courtyard Residence dan Jenis-Jenisnya Berdasarkan Konfigurasi
Courtyard residence hadir dalam berbagai jenis konfigurasi yang dapat disesuaikan dengan luas lahan dan kebutuhan penghuni. Untuk lahan yang lebih luas, pengembang sering menerapkan full courtyard yang mengelilingi halaman secara penuh dari empat sisi. Sebagai contoh, rumah tradisional Tiongkok (siheyuan) menggunakan konfigurasi ini untuk menciptakan privasi maksimal dan hierarki ruang yang jelas.
Sementara itu, untuk lahan yang lebih terbatas, arsitek dapat mengaplikasikan partial courtyard dengan dua atau tiga sisi bangunan yang mengelilingi. Di konfigurasi ini, hunian tetap mendapatkan manfaat pencahayaan dan sirkulasi udara meskipun dengan skala yang lebih compact. Dengan demikian, fleksibilitas konfigurasi memungkinkan penerapan konsep halaman dalam di berbagai ukuran dan bentuk lahan.
Jenis-Jenis Konfigurasi Hunian Inner Court:
- Pertama, Full Enclosed Courtyard dengan empat sisi bangunan mengelilingi halaman secara penuh
- Kedua, U-Shaped Courtyard dengan tiga sisi bangunan dan satu sisi terbuka atau berpagar
- Ketiga, L-Shaped Courtyard dengan dua sisi bangunan membentuk sudut dan halaman di tengah
- Keempat, Central Courtyard yang diposisikan tepat di tengah denah rumah sebagai focal point
- Kelima, Multiple Courtyards dengan beberapa halaman dalam untuk fungsi berbeda
- Keenam, Linear Courtyard yang memanjang di satu sisi bangunan untuk rumah memanjang
- Terakhir, Rooftop Courtyard yang memanfaatkan area atap sebagai halaman terbuka
Oleh karena itu, pemilihan jenis courtyard residence yang tepat sangat bergantung pada karakteristik lahan dan preferensi penghuni.
Courtyard Residence dan Keunggulannya untuk Kenyamanan Hunian
Courtyard residence memberikan berbagai keunggulan signifikan yang meningkatkan kualitas hidup penghuninya secara menyeluruh. Pertama, keunggulan utama adalah terciptanya privasi optimal karena halaman terlindung dari pandangan luar dan kebisingan jalan. Karena memiliki ruang terbuka di dalam, penghuni dapat beraktivitas outdoor tanpa merasa diawasi oleh tetangga atau orang yang lewat.
Selain itu, hunian dengan halaman dalam juga menawarkan pencahayaan dan ventilasi alami yang sangat baik untuk semua ruangan. Melalui bukaan yang menghadap ke inner court, sinar matahari dapat masuk ke area yang biasanya gelap pada rumah konvensional. Hasilnya, penghuni dapat menghemat energi listrik untuk penerangan dan pendinginan sehingga lebih ramah lingkungan.
Keunggulan Hunian Halaman Dalam:
Aspek Privasi dan Keamanan
- Pertama, halaman dalam terlindung dari pandangan publik sehingga aktivitas keluarga lebih privat
- Selanjutnya, desain enclosed menciptakan lapisan keamanan tambahan dari akses tidak diinginkan
- Akhirnya, anak-anak dapat bermain dengan aman di area yang terpantau dari dalam rumah
Aspek Kenyamanan Termal
- Pada awalnya, sirkulasi udara silang melalui courtyard mengurangi kebutuhan AC secara signifikan
- Kemudian, vegetasi di halaman dalam membantu menurunkan suhu udara di sekitarnya
- Lebih lanjut, pencahayaan alami optimal mengurangi ketergantungan pada lampu di siang hari
Aspek Estetika dan Nilai Properti
- Misalnya, inner court menjadi focal point yang meningkatkan daya tarik visual hunian
- Selain itu, konsep unik ini meningkatkan nilai jual properti di pasar real estate
- Bahkan, fleksibilitas desain memungkinkan personalisasi sesuai selera penghuni
Courtyard Residence dan Elemen Desain yang Membentuknya
Courtyard residence memerlukan elemen-elemen desain yang saling terintegrasi untuk menciptakan hunian yang fungsional dan estetis. Pertama-tama, elemen lansekap menjadi komponen utama yang menghidupkan halaman dalam dengan tanaman, rumput, atau elemen air. Menurut prinsip desain, pemilihan vegetasi harus mempertimbangkan kebutuhan cahaya, perawatan, dan iklim setempat.
Di samping itu, elemen hardscape seperti paving, decking, dan furnitur outdoor melengkapi softscape untuk menciptakan ruang yang livable. Perlu dipahami bahwa keseimbangan antara area hijau dan area perkerasan menentukan karakter hunian ini. Dengan demikian, perencanaan yang matang sejak awal memastikan setiap elemen bekerja harmonis untuk kenyamanan penghuni.
Elemen Desain Hunian Halaman Dalam:
| Elemen | Fungsi | Contoh Aplikasi |
|---|---|---|
| Vegetasi | Estetika, peneduh, penyejuk | Pohon, semak, ground cover |
| Water Feature | Focal point, penyejuk, suara | Kolam, air mancur, water wall |
| Paving | Sirkulasi, area aktivitas | Batu alam, keramik, grassblock |
| Pergola/Kanopi | Peneduh, vertical garden | Kayu, baja, tanaman rambat |
| Pencahayaan | Ambience malam, keamanan | Lampu taman, LED strip, uplighting |
| Furnitur Outdoor | Area duduk, dining | Sofa outdoor, dining set, hammock |
| Dinding Pembatas | Privasi, estetika | Bata ekspos, kayu, tanaman pagar |
Hasilnya, kombinasi elemen yang tepat menciptakan courtyard residence yang nyaman, indah, bernilai tinggi, dan menjadi kebanggaan penghuninya.
Courtyard Residence dan Prinsip Desain untuk Iklim Tropis Indonesia
Courtyard residence sangat cocok diterapkan di Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan tinggi dan kelembaban yang signifikan. Pada dasarnya, halaman dalam memfasilitasi cross ventilation yang sangat dibutuhkan untuk kenyamanan termal di daerah tropis. Melalui bukaan yang menghadap inner court, angin dapat mengalir bebas ke seluruh ruangan sehingga mengurangi kebutuhan pendingin buatan.
Di samping itu, desain hunian halaman dalam perlu mengakomodasi kondisi hujan lebat yang sering terjadi di Indonesia. Secara khusus, sistem drainase yang baik dan kanopi atau pergola dapat melindungi area courtyard dari hujan berlebihan. Dengan demikian, hunian ini tetap dapat digunakan sepanjang tahun meskipun dalam kondisi cuaca yang bervariasi.
Prinsip Desain untuk Iklim Tropis:
- Pertama, orientasi courtyard sebaiknya menghindari paparan matahari barat yang terik sore hari
- Kedua, hunian memerlukan sistem drainase yang mampu menangani hujan deras tropis
- Ketiga, pemilihan tanaman tahan panas dan kelembaban tinggi memastikan lansekap tetap hijau
- Keempat, pergola atau kanopi partial melindungi area tertentu dari hujan tanpa menghalangi sirkulasi udara
- Kelima, material lantai harus anti-slip dan tahan terhadap kondisi basah serta panas bergantian
- Keenam, bukaan yang lebar ke arah halaman dalam memaksimalkan ventilasi silang alami
- Terakhir, vegetasi peneduh membantu menurunkan suhu mikro secara signifikan di area courtyard
Oleh karena itu, adaptasi prinsip desain terhadap iklim lokal menjadi kunci keberhasilan courtyard residence di Indonesia yang beriklim tropis.
CourtyardResidence dan Perbandingannya dengan Tipe Hunian Lain
Courtyard residence memiliki karakteristik yang berbeda dengan tipe hunian lain seperti rumah konvensional, townhouse, atau apartemen. Pada praktiknya, rumah konvensional dengan halaman depan dan belakang menawarkan ruang terbuka yang lebih terbuka ke lingkungan sekitar. Dengan demikian, tingkat privasi lebih rendah dibandingkan hunian dengan halaman dalam yang terlindung.
Selain itu, townhouse atau rumah deret biasanya memiliki keterbatasan akses cahaya dan udara karena hanya memiliki bukaan di depan dan belakang. Secara umum, hunian inner court mengatasi keterbatasan ini dengan menciptakan sumber cahaya dan udara dari dalam bangunan. Lebih lanjut, dibandingkan apartemen, hunian halaman dalam menawarkan koneksi dengan alam yang lebih intim dan personal.
Perbandingan Tipe Hunian:
| Aspek | Courtyard Residence | Rumah Konvensional | Townhouse | Apartemen |
|---|---|---|---|---|
| Privasi | Sangat tinggi | Sedang | Sedang | Tinggi |
| Pencahayaan Alami | Optimal | Baik | Terbatas | Terbatas |
| Ventilasi | Cross ventilation | Baik | Terbatas | Tergantung unit |
| Ruang Terbuka | Privat di dalam | Semi-publik | Terbatas | Balkon saja |
| Koneksi Alam | Sangat baik | Baik | Minimal | Minimal |
| Efisiensi Lahan | Sedang | Rendah | Tinggi | Sangat tinggi |
Hasilnya, hunian halaman dalam menjadi pilihan ideal bagi mereka yang menginginkan privasi tinggi dengan koneksi alam yang kuat dalam konsep courtyard residence.
Courtyard Residence dan Inspirasi Desain dari Berbagai Negara
Courtyard residence di berbagai negara menampilkan karakter unik yang dipengaruhi oleh budaya, iklim, dan material lokal setempat. Pertama, Riad Maroko terkenal dengan courtyard yang menampilkan air mancur sentral, keramik zellige berwarna-warni, dan tanaman jeruk. Menurut tradisi Arab, air mancur di tengah halaman melambangkan surga dan memberikan kesejukan di iklim gurun.
Selain itu, rumah tradisional Jepang menghadirkan inner court yang minimalis dengan taman batu (karesansui) atau taman basah (tsukubai). Sebagai contoh, machiya di Kyoto memiliki tsuboniwa atau taman kecil yang memberikan pencahayaan dan koneksi dengan alam. Dengan demikian, konsep hunian halaman dalam dapat diadaptasi ke berbagai gaya arsitektur sesuai preferensi dan konteks lokal penghuni courtyard residence.
Inspirasi Desain dari Berbagai Negara:
Mediterania dan Timur Tengah
- Pertama, Riad Maroko dengan zellige tiles, air mancur, dan tanaman jeruk yang menyegarkan
- Selanjutnya, Patio Spanyol dengan keramik Andalusia dan pot terracotta klasik
- Akhirnya, Courtyard Arab dengan mashrabiya dan kolam refleksi yang menenangkan
Asia Timur
- Pada awalnya, Siheyuan Tiongkok dengan simetri dan hierarki ruang yang jelas
- Kemudian, Hanok Korea dengan madang atau halaman tanah yang minimalis
- Lebih lanjut, Machiya Jepang dengan tsuboniwa yang kontemplatif dan zen
Modern Kontemporer
- Misalnya, Tropical Modernism dengan vegetasi lush dan material natural
- Selain itu, Minimalist Courtyard dengan garis bersih dan palet monokrom
- Bahkan, Industrial Style dengan beton ekspos dan tanaman sculptural
CourtyardResidence dan Tips Memilih yang Tepat untuk Keluarga
Courtyard residence memerlukan pertimbangan matang dalam pemilihan agar sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup keluarga. Pada dasarnya, calon pembeli harus mengevaluasi ukuran halaman dalam apakah cukup untuk aktivitas yang diinginkan. Sebagai contoh, keluarga dengan anak kecil membutuhkan inner court yang aman dan cukup luas untuk bermain.
Selain itu, penting untuk mempertimbangkan orientasi courtyard terhadap matahari dan arah angin dominan untuk kenyamanan termal. Sebagai contoh, hunian dengan halaman dalam yang menghadap utara-selatan umumnya lebih baik untuk iklim tropis Indonesia. Oleh karena itu, kunjungan langsung ke lokasi pada waktu berbeda sangat disarankan untuk merasakan kondisi aktual hunian.
Tips Memilih Hunian Halaman Dalam:
Evaluasi Kebutuhan Keluarga
- Pertama, tentukan aktivitas utama yang akan dilakukan di courtyard seperti bermain atau bersantai
- Kemudian, pertimbangkan jumlah anggota keluarga dan kebutuhan ruang masing-masing
- Selanjutnya, pikirkan kebutuhan di masa depan seperti pertambahan anggota keluarga
Periksa Kualitas Desain
- Pertama-tama, pastikan proporsi halaman dalam seimbang dengan luas bangunan keseluruhan
- Setelah itu, cek kualitas material dan finishing yang digunakan oleh pengembang
- Terakhir, perhatikan sistem drainase dan waterproofing untuk mengantisipasi hujan
Analisis Lokasi dan Orientasi
- Langkah awal, kunjungi properti pada waktu berbeda untuk merasakan pencahayaan dan angin
- Kemudian, perhatikan orientasi courtyard terhadap matahari dan lingkungan sekitar
- Akhirnya, pertimbangkan potensi pengembangan di sekitar yang dapat mempengaruhi privasi
Pertimbangkan Aspek Perawatan
- Pertama, evaluasi kemudahan perawatan lansekap dan elemen inner court
- Selanjutnya, tanyakan estimasi biaya maintenance kepada pengembang atau pengelola
- Terakhir, pastikan aksesibilitas untuk perawatan tanaman dan pembersihan berkala
Courtyard Residence dan Estimasi Biaya Pembangunannya
Courtyard residence umumnya memerlukan investasi yang lebih besar dibandingkan rumah konvensional dengan luas yang sama. Pada praktiknya, biaya tambahan berasal dari pekerjaan lansekap, sistem drainase khusus, dan material outdoor yang berkualitas. Dengan demikian, calon pembeli perlu menyiapkan anggaran yang realistis untuk mendapatkan hunian halaman dalam yang sesuai ekspektasi.
Selain itu, biaya perawatan inner court juga perlu diperhitungkan dalam anggaran jangka panjang penghuni. Secara umum, lansekap memerlukan maintenance rutin seperti penyiraman, pemangkasan, dan penggantian tanaman yang mati. Lebih lanjut, elemen seperti kolam atau air mancur membutuhkan perawatan berkala untuk menjaga kebersihan dan fungsinya.
Estimasi Komponen Biaya Hunian Halaman Dalam:
| Komponen | Estimasi Biaya | Keterangan |
|---|---|---|
| Konstruksi Dasar | 70-80% total | Struktur, dinding, atap, MEP |
| Pekerjaan Lansekap | 5-10% total | Tanaman, rumput, soil preparation |
| Hardscape | 5-8% total | Paving, decking, pergola |
| Water Feature | 3-5% total | Kolam, air mancur, instalasi |
| Pencahayaan Outdoor | 2-3% total | Lampu taman, instalasi listrik |
| Furnitur Outdoor | 2-5% total | Sofa, dining set, aksesoris |
| Drainase Khusus | 2-3% total | Saluran, sumur resapan |
Oleh karena itu, perencanaan anggaran yang komprehensif memastikan courtyard residence dapat terwujud sesuai dengan visi dan kebutuhan penghuni.
CourtyardResidence dan Tren Desain Terkini yang Populer
Courtyard residence terus berkembang mengikuti tren desain kontemporer yang mengedepankan keberlanjutan dan konektivitas dengan alam. Pada praktiknya, biophilic design menjadi tren utama yang mengintegrasikan elemen alam secara lebih intensif ke dalam hunian. Dengan demikian, inner court tidak hanya menjadi taman tetapi juga perpanjangan ruang hidup yang seamless dengan interior.
Selain itu, konsep outdoor living room semakin populer dimana halaman dalam dilengkapi dengan fasilitas selengkap ruang dalam. Secara umum, area courtyard kini difungsikan untuk memasak (outdoor kitchen), makan bersama, bahkan bekerja dari rumah. Lebih lanjut, teknologi smart home juga mulai diintegrasikan ke hunian ini untuk kemudahan pengelolaan lansekap dan pencahayaan.
Tren Desain Terkini Hunian Halaman Dalam:
- Pertama, Biophilic Design yang menghadirkan vegetasi lebat dan elemen alam di setiap sudut hunian
- Kedua, Outdoor Living Room lengkap dengan furnitur dan dapur terbuka yang fungsional
- Ketiga, Sustainable Courtyard dengan rainwater harvesting dan tanaman edible landscape
- Keempat, Smart Courtyard dengan sistem irigasi otomatis dan pencahayaan terprogram
- Kelima, Wellness Courtyard dengan area yoga, meditasi, dan aromaterapi dari tanaman herbal
- Keenam, Multi-Level Courtyard yang memanfaatkan perbedaan ketinggian untuk dinamika visual
- Terakhir, Hybrid Indoor-Outdoor dengan batasan yang blur antara ruang dalam dan halaman
Hasilnya, tren terkini menjadikan courtyard residence sebagai hunian yang tidak hanya estetis tetapi juga mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan bagi penghuninya.
Courtyard Residence dan Proyek Unggulan di Indonesia
Courtyard residence semakin banyak dikembangkan di Indonesia oleh berbagai developer yang melihat potensi pasar hunian premium ini. Pertama, beberapa proyek di kawasan BSD City, Tangerang menampilkan hunian dengan inner court yang terintegrasi dengan konsep township modern. Menurut data pasar, segmen ini diminati oleh keluarga muda profesional yang menginginkan hunian dengan karakter berbeda.
Selain itu, kawasan Bali menjadi lokasi populer untuk hunian halaman dalam dengan sentuhan arsitektur tropis yang khas. Sebagai contoh, villa-villa di Seminyak dan Ubud mengadopsi konsep ini yang memaksimalkan view dan privasi. Dengan demikian, konsep hunian ini di Indonesia menunjukkan adaptasi yang baik terhadap konteks lokal dan preferensi pasar domestik untuk courtyard residence.
Karakteristik Proyek Unggulan:
Kawasan Jabodetabek
- Pertama, cluster courtyard di BSD dengan konsep modern tropical yang terintegrasi fasilitas
- Selanjutnya, hunian halaman dalam di PIK dengan waterfront dan akses marina
- Akhirnya, proyek di Sentul dengan nuansa pegunungan yang sejuk dan asri
Kawasan Bali
- Pada awalnya, villa dengan inner court di Seminyak berdesain contemporary Balinese
- Kemudian, hunian di Ubud dengan courtyard yang menghadap sawah dan lembah
- Lebih lanjut, beachfront residence di Canggu untuk gaya hidup surfing lifestyle
Kota-Kota Besar Lainnya
- Misalnya, hunian halaman dalam di Surabaya Barat dengan konsep Japanese minimalist
- Selain itu, proyek di Bandung Utara dengan iklim sejuk pegunungan yang menyegarkan
- Bahkan, hunian di Semarang yang mengadopsi arsitektur kolonial dengan inner court
Kesimpulan Panduan CourtyardResidence untuk Hunian Ideal
Courtyard residence merupakan konsep hunian yang menawarkan keseimbangan sempurna antara privasi, kenyamanan, dan koneksi dengan alam terbuka. Pada intinya, hunian dengan halaman dalam ini memberikan solusi bagi masyarakat urban yang mendambakan ruang hijau tanpa mengorbankan keamanan dan privasi. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif tentang konsep ini membantu calon pembeli membuat keputusan investasi properti yang tepat.
Selain itu, keunggulan hunian ini mencakup optimalisasi pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, dan peningkatan nilai estetika properti. Di sisi lain, calon pembeli perlu mempertimbangkan aspek biaya pembangunan dan perawatan yang relatif lebih tinggi. Dengan memahami jenis, elemen desain, dan tips pemilihan yang tepat, masyarakat dapat menemukan courtyard residence yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Kesimpulannya, hunian dengan halaman dalam bukan sekadar tren arsitektur tetapi merupakan solusi hunian yang telah teruji waktu dan sangat relevan untuk kehidupan urban kontemporer di Indonesia.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Seputar Residence
Baca juga artikel lainnya: Perumahan Residence: Panduan Lengkap Memilih Hunian Ideal




